Nukilan dari sahabat saya YB NS,
Persimpangan Maknawi
Kudus mu ceritera lagu alam
Khabarkan utusan tinta pena
Desiran menyapa khabar berita
Merangkaikan di perkampungan jagat
Merungkaikan bumgkam di jauhari alam
Dulu
Pantun, bidalan dan simpulan
Bak dan umpama mengiramakan peradaban
Sapaan dititip hemah menusuk kalbu
Citra kasih menarik rambut dalam tepung
Rambut tidak putus, tepung tidak berselerak
Halus, menusuk, berhemah dan berhikmah
Banyak lagi puitis indah penghubung bicara dengan watan Melayu
Pusakai zaman berzaman
Warnai itulah tenda Melayu
Mukjizat zaman berzaman
Itu dulu
Kini irama tari kita sudah berbalik
Medan medium bertukar arah
Metafora bak laksana
Personafikasi tiada lagi kidungnya
Kini
Kita bisa bicaranya terus,
Tegurnya langsung,
Cerca hinaan juga tiada batasan
Umpat keji mainan dewaan
Siapa gundah
Siapa yang ubah
Siapa yang berubah
Siapa yang rebah
Apa jua jawapanya tidak penting
Yang pentig lunas diri kita
Yang penting tunas jati kita
Yang penting adap adat kita
Yang penting dosa pahala kita
Yang penting agama dan wajah bangsa kita
Di darsawarsa muka di mana
Pastinya khilaf tetap dosa
Jadinya laba bawa pahala
Alam nyata pasti berkata
Alam baqa pasti dibicara
Pisau juga senjata
Pisau juga penyaji
Pisau bisa pengubatnya
Pisau bisa pembunuhnya
Antara intan permata dan kaca
Maknawi yg kenal manikamnya
Kita bisa mengubah
Nur ilmu, akal dan iman
Pasti yang hak tetap hak
Batil tetap batil
Sekadar coretan
Insan biasa Nor Saidi Nanyan
7.27@270516 #Narita Jepun
No comments:
Post a Comment